Hari Ini, Sofyan Basir Diperiksa untuk Kasus Gratifikasi Bowo Sidik

publicanews - berita politik & hukumSofyan Basir seusai pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, di Gedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terbelit kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1, Sofyan Basir juga terseret perkara yang menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Eks Dirut PLN itu disebut-sebut sebagai salah satu pemberi gratifikasi kepada tersangka kasus suap kerja sama pengapalan pupuk tersebut,

Kamis (27/6) ini penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan Sofyan sebagai saksi Bowo.

"Rencana akan dilakukan pemeriksaan terhadap Sofyan Basir dalam perkara ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/6) malam.

Febri memastikan KPK tengah mendalami penerimaan Bowo yang mencapai Rp 8 miliar. KPK sudah mengantongi 4 sumber gratifikasi tersebut, yakni dari distribusi gula rafinasi, distribusi pupuk, penerimaan dari BUMN, serta kepengurusan penganggaran daerah.

Salah satu yang telah terungkap, Bowo mendapatkan imbalan dalam proses pengurusan revitalisasi empat pasar di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pada 2017 dan 2018. Kemarin, penyidik KPK memanggil Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia.

Namun soal apakah gratifikasi yang diterima Bowo dari BUMN berkaitan dengan PLN, Febri enggan membukanya sekarang.

"Tentu secara umum yang bisa disampaikan sekarang, saya belum bisa jelaskan apa-apa. Yang bisa saya sampaikan adalah rencana pemeriksaan besok," kata Febri.

Uang Rp 8 miliar yang disita KPK menyusul OTT terhadap Bowo itu disiapkan untuk 'serangan fajar' politisi Golkar tersebut. KPK menduga Bowo mengumpulkannya dari sejumlah pihak. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pernah diperiksa KPK untuk mengkonfirmasi soal gratifikasi ini. (han)


Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top