Megakorupsi e-KTP

Marcus Mekeng Ditanya Rapat Banggar DPR Bersama Markus Nari

publicanews - berita politik & hukumKetua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng usai diperiksa sebagai saksi kasus megakorupsi e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, Senin (24/6). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng mengatakan, pemeriksaannya untuk berkas kasus koleganya Markus Nari seputar penganggaran proyek e-KTP. Penyidik, kata Mekeng, hanya melengkapi berkas yang hendak dilimpahkan ke penuntutan.

"Ya seputar Markus Nari, melengkapi aja karena dia kan anggota Badan Anggaran," ujar Mekeng seusai pemeriksaannya sebagai saksi, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (24/6).

Menurutnya, ia mengenal Markus Nari sebagai sesama anggota Fraksi Golkar dan Banggar DPR. Mereka sering bertemu dalam rapat-rapat Banggar. "Itu (Markus Nari) kan saya punya anggota. Terus rapatnya dimana? di Badan Anggaran," katanya.

Dengan Nada Tinggi, Marcus Mekeng Bantah Terima Uang

Markus Nari adalah tersangka kedelapan dalam perkara e-KTP ini, ia itetapkan sebagai tersangka pada Juli 2017. Penyidik KPK menduga politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menerima Rp 4 miliar untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek pada tahun anggaran 2013. Markus menerimanya melalui Sugiharto.

Nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong, hakim Pengadilan Tipikor menyebut ia menerima duit haram dari proyek e-KTP senilai 400 ribu dolar AS. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top