Megakorupsi e-KTP

KPK Kembali Panggil Anggota DPR Untuk Perkara e-KTP

publicanews - berita politik & hukumAnggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, 4 Juni 2018. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah politisi Partai Golkar dalam kasus megakorupsi proyek e-KTP. Mereka adalah Agun Gunandjar Sudarsa, Melchias Markus Mekeng, dan Chairuman Harahap.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk berkas perkara tersangka MN (Markus Nari)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak saat dikonfirmasi, Senin (24/6).

Ketiga saksi bukan pertama ini dimintai keterangan, mereka pernah dipanggil di Gedung KPK maupun Pengadilan Tipikor untuk tujuh terpidana lainnya dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun tersebut.

Dalam dakwaan sejumlah terpidana dalam kasus ini, ketiganya turut disebut menerima aliran uang. Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, misalnya, disebut menerima 500 ribu dolar AS. Kemudian eks Ketua Fraksi Golkar Agun Gunanjar mendapat 500 ribu dolar dan 1 juta dolar AS, lalu Melchias Mekeng sebesar 1 juta dolar.

Melchias Mekeng dan Agun Gunandjar Penuhi Panggilan KPK

Markus Nari merupakan tersangka kedelapan dalam perkara e-KTP ini. Tujuh lainnya yang sudah mendapat penetapan hukum adalah mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto, pengusaha Anang Sugiana Sudihardjo, eks Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung. Markus ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2017.

Penyidik KPK menduga politisi Golkar itu menerima Rp 4 miliar untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek pada tahun anggaran 2013. Markus menerimanya melalui Sugiharto.

Nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong, hakim Pengadilan Tipikor menyebut pria asal NTT itu menerima duit haram dari proyek e-KTP senilai 400 ribu dolar AS. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top