Usut Rp 50 Miliar Gratifikasi Bupati Sunjaya, KPK Sisir Sejumlah Lokasi

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Usut kasus gratifikasi yang menjerat Bupati Cirebon Sunjaya, KPK melakukan penggeledahan di beberapa lokasi pada Kamis dan Jumat kemarin. Jubir KPK Febri Ardiansyah mengatakan, ada enam lokasi yang digeledah di Karawang dan Cirebon.

Di Karawang, tim KPK menggeledah dua kantor swasta dan satu rumah saksi dari swasta. Sementara di Cirebon tim menggeledah kantor DPRD, rumah dinas ketua DPRD, dan satu rumah milik pihak swasta.

"Ada sejumlah dokumen penting yang kami sita, yaitu terkait dengan RTRW (rencana tata ruang dan tata wilayah) di sana, dan juga dokumen-dokumen terkait dengan perizinan dan beberapa barang bukti elektronik berupa handphone atau data hardisk atau data-data komputer lainnya," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/6) malam.

Febri mengatakan, dalam kasus gratifikasi ini penyidik mengidentifikasi dugaan gratifikasi yang diterima Sunjaya berkembang cukup signifikan. Dari dugaan awal saat OTT sebesar Rp 100 juta bertambah menjadi sekitar Rp 50 miliar.

Bupati Sanjaya menerima gratifikasi dari banyak pihak terkait dengan kewenangan atau jabatannya. Misalnya dalam proses mutasi, pengadaan, atau proses perizinan.

"Nilai (gratifikasi) ini bisa bertambah tergantung nanti kami menemukan penelusuran fakta-fakta yang baru," Febri menjelaskan.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sanjaya saat menerima duit Rp 100 juta usai melantik Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto. Pada kasus dugaan suap jual beli jabatan Sunjaya telah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Selain suap, KPK juga menjerat Sanjaya untuk dua kasus lainnya, yakni TPPU dan gratifikasi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top