Megakorupsi e-KTP

KPK Panggil Rudy Alfonso dan Elza Syarief Untuk Perkara Markus Nari

publicanews - berita politik & hukumPengacara Elza Syarief saat dipanggil KPK pada Mei 2017 lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hari ini KPK memeriksa tiga advokat dalam perkara yang menjerat politisi Partai Golkar Markus Nari. Mereka adalah Elza Syarief, Rudy Alfonso, dan Robinson.

Markus adalah tersangka ke delapan dalam kasus dugaan megakorupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

"Para saksi akan dimintai keterangan untuk tersangka MN," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (21/6).

Elza adalah pengacara anggota DPR Miryam S Haryani ketika menjadi tersangka kasus merintangi penyidikan e-KTP. Saat itu Elza menyatakan tidak heran jika Markus jadi tersangka karena kecipratan uang haram e-KTP berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam.

Elza Syarief Tidak Heran Markus Nari Tersangka

Adapun Rudy Alfonso, ia pernah disebut-sebut turut menekan Miryam untuk mencabut BAP. Mantan Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar itu menerima Rp 2 miliar dari PT Direktur Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo yang sudah dipidana. KPK pernah menggeledah kantornya.

Rudy membantah dengan mengatakan uang tersebut merupakan bayaran sebagai pengacara Anang. Namanya beberapa kali disebut dalam sidang Miryam di Pengadilan Tipikor. Ia juga dikenal dekat dengan eks Ketua DPR Setya Novanto yang juga sudah dipidana.

Soal Markus, penyidik KPK menduga ia menerima Rp 4 miliar untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun anggaran 2013. Markus menerimanya melalui mantan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

Nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong, hakim Pengadilan Tipikor menyebut pria asal NTT itu menerima duit haram 400 ribu dolar AS. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top