Suap Proyek PLTU Riau-1

Sofyan Basir Hadapi Sidang Dakwaan Senin Depan

publicanews - berita politik & hukumDirektur Utama nonaktif Sofyan Basir usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, pada 11 Juni 2019 (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama nonaktif PLN Sofyan Basir akan menjalani sidang perdananya dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-1 pada Senin (24/6) depan. Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah menerima informasi jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor pada PN JakartaPusat.

Jaksa KPK, ujar Febri, telah siap menguraikan perbuatan yang didakwakan pada Sofyan. "Terutama dalam kapasitas membantu terjadinya tindak pidana korupsi suap terkait kontrak kerja sama PLTU Riau-1," Febri menambahkan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/6).

Dalam kasus ini, KPK menduga Sofyan membantu atau bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo. Sofyan dijanjikan imbalan sama besar dengan Eni dan Idrus menyusul disepakatinya kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Dalam vonisnya pada 23 April lalu, hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Idrus bersalah menerima Rp 2,250 miliiar dari BlackGold --meskipun ia tidak sempat menikmati uang tersebut.

Semalam Ditahan, Hari Ini Sofyan Basir Meriang

Keterlibatan Sofyan dalam kasus ini bermula pada Oktober 2015. Saat itu Direktur PT Samantaka Batubara mengirimkan surat pada PLN yang meminta proyek PLTU Riau-1 masuk ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Johannes Kotjo akhirnya mencari bantuan agar bisa berkoordinasi dengan PLN.

KPK menduga telah terjadi sejumlah pertemuan yang dihadiri oleh Sofyan, Eni, dan Kotjo untuk membahas proyek dengan investasi 900 juta dolar AS tersebut.

Pada 2016, Sofyan menunjuk Johannes untuk mengerjakan proyek tersebut. Padahal, saat itu belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK).

Sofyan diduga menyuruh salah satu Direktur PLN agar PPA antara PLN dengan BNR dan CHEC segera direalisasikan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top