Jual Beli Kemenag

Jadwal Ulang Kesaksiannya Rabu Depan, KPK Harap Menag Lukman Kooperatif

publicanews - berita politik & hukumMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai diperiksa dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag, di Gedung KPK, Jakarta, 23 Mei 2019. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak memenuhi panggilan sebagai saksi sidang kasus dugaan jual beli jabatan di kementeriannya hari ini. Ia sedang di luar negeri. Untuk itu KPK akan menjadwal ulang pemeriksaan Lukman. pada Rabu (26/6) pekan depan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Lukman, Jaksa juga akan menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sidang dengan terdakwa Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Kehadiran Lukman dan Khofifah, Febri menambahkan, penting untuk didengar kesaksiannya.

"Kami harap tidak ada penjadwalan ulang berikutnya. Jadi pada tanggal 26 Juni tersebut saksi bisa hadir dan memberikan keterangan secara sebenar-benarnya dengan data yang sebenarnya di depan majelis hakim Pengadilan Tipikal," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/6).

KPK Terus Cermati Fakta Persidangan Untuk Jerat Menag Lukman


Dalam dakwaan Haris Hasanuddin, jaksa menyebut Lukman sebagai salah satu pihak yang menerima suap atas terpilihnya kedua terdakwa dalam jabatannya yang sekarang. Lukman disebut menerima Rp 70 juta secara bertahap, masing-masing Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

Nama Lukman memang kerap disebut ikut terlibat kasus dugaan memperdagangkan pengaruh dalam proses seleksi jabatan di Kemenag. Lukman pernah mengembalikan uang ke Direktorat Gratifikasi KPK. Namun, pelaporan tersebut ditolak karena perkara suap ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Dugaan Lukman menerima aliran suap ini pertama kali mencuat setelah penyidik menyita uang sebesar Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS dari laci meja kerja Lukman. KPK memastikan uang tersebut terkait dengan perkara. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top