Kalah dari Fahri Hamzah, Aset Presiden PKS cs Terancam Diambil Paksa

publicanews - berita politik & hukumFahri Hamzah. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan empat elit partai mangkir dari panggilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini. Keempatnya adalah Abdul Muiz Saadih, Hidayat Nur Wahid, Surahman Hidaya, dan Abdi Sumaithi.

Sedianya lima pimpinan PKS tersebut dipanggil agar segera melaksanakan putusan Nomor 214/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel tanggal 14 Desember 2016 terkait vonis atas perseteruan PKS dengan Fahri Hamzah.

Koordinator Tim Kuasa Hukum Fahri Hamzah, Mujahid A Latief, mengatakan PN Jaksel akan kembali menyurati kelimanya. Bila dalam panggilan kedua tetap tidak hadir maka akan dilakukan sita eksekusi.

"Tim sedang mendata aset-aset yang dimiliki oleh para tergugat," ujar Mujahid A Latief ditemui di PN Jaksel, Rabu (19/6).

Menurutnya, bila dari uang berdasar nomor rekening para pihak tidak mencukupi maka akan dilakukan penyitaan barang bergerak seperti rumah hingga kendaraan, dan barang berharga lainnya.

Mujahid menepis anggapan bahwa PKS sedang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. "PK tidak menghalangi putusan atau eksekusi," ujarnya.

Dalam amar putusan pengadilan yang memenangkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah itu, ada 13 poin putusan yang harus segera dipenuhi oleh DPP PKS. Selain mengembalikan posisi Fahri, politikus asal Bima, Nusa Tenggara Barat, itu juga berhak atas ganti kerugian imateril sebesar Rp 30 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top