Anak Buah Penyuap Eni Saragih Diperiksa KPK

publicanews - berita politik & hukum PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK terus mendalami kasus gratifikasi terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Hari ini, penyidik memeriksa staf PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) Vera Likin.

Vera akan diperiksa untuk perkara yang menjerat bosnya Samin Tan, tersangka penyuap Eni.

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kasus tindak pidana Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM untuk berkas perkara SMT," ujar Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (19/6).

Antisipasi Kabur, KPK Cekal Samin Tan

Kasus ini merupakan pengembangan terhadap perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 dimana Eni telag divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, 1 Maret 2019. Dalam putusannya, hakim menyatakan selain menerima suap dari PLTU Riau-1, politisi Golkar itu juga menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan 40 ribu dolar Songapura dari sejumlah perusahaan tambang migas, salah satunya BLE.

Dalam kasus AKT dan BLEM --keduanya milik Samin Tan, Eni berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat (RDP). Atas jasanya, Eni menerima imbalan Rp 5 miliar dati Samin.

KPK menjerat Samin Tan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top