Jual Beli Kemenag

Rommy yang Mengusulkan, Lukman yang Meneken SK Haris dan Muafaq

publicanews - berita politik & hukumRommy saat hendak menjalani pemeriksaaan kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag, di Gedung KPK, Jakarta, pada Jumat (14/6) sore. (Foto: Publica news/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag M. Romahurmuziy akhirnya buka suara soal keterlibatan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kasus yang menjeratnya itu. Menurut Rommy, Lukman adalah pihak yang berwenang menerbitkan Surat Keputusan (SK) jabatan di Kemenag.

"Yang punya kewenangan menerbitkan SK kan Menteri Agama. Jadi kalau mau menyatakan terlibat atau tidak justru pertanyaannya yang salah. Memang yang punya SK kan Menteri Agama," kata Rommy usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/6).

Rommy mengakui ia yang mengusulkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin kepada Lukman. Nama keduanya, ia menambahkan, merupakan aspirasi berbagai pihak.

"Kebetulan berkesesuaian apa yang kemudian akhirnya diputuskan pak menteri, ada juga yang ditolak dan tidak sedikit. Begitu," ujarnya.

Mantan Ketua Umum PPP itu menolak disebut sebagai pihak yang menitipkan Haris dan Muafaq. Ia mengaku tak mengenal keduanya secara pribadi.

"Bukan atas titipan saya, enggak kenal," katanya.

Dalam dakwaan Haris Hasanuddin, jaksa menyebut Lukman salah satu yang kecipratan uang haram. Ia disebut menerima Rp 70 juta secara bertahap, masing-masing Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

Lukman pernah mengembalikan uang ke Direktorat Gratifikasi KPK. Namun, pelaporan tersebut ditolak karena perkara suap ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Dugaan Lukman menerima aliran suap ini pertama kali mencuat setelah penyidik menyita uang sebesar Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS dari laci meja kerja Lukman. KPK memastikan uang tersebut terkait dengan perkara. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top