KPK Terus Cermati Fakta Persidangan Untuk Jerat Menag Lukman

publicanews - berita politik & hukumMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK masih membutuhkan keterangan saksi lain meskipun Sekjen Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan mengungkapkan bahwa Menteri Lukman Hakim Saifuddin memintanya meloloskan Haris Hasanuddin. Nama Haris sebelumnya tidak masuk tiga besar kandidat Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur,

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, masih diperlukan kesaksian lainnya untuk menjerat Lukman. Oleh karena itu KPK terus mencermati fakta-fakta persidangan Haris dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahdi di Pengadilan Tipikor.

"Misalnya, apakah terkonfirmasi dengan bukti-bukti yang lain dan ada kesesuaian satu bukti dengan bukti yang lainnya," kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/6).

Dalam kesaksiannya pada sidang Haris, Nur Kholis yang juga Ketua Pansel Jabatan Tinggi Kemenag mengatakan Lukman siap pasang badan untuk Haris. Begitu pula untuk Muafaq, meskipun kedua terdakwa sama-sama memiliki cacat administrasi.

Namun, Febri kembali menegaskan penyidik masih harus menunggu fakta-fakta lain yang akan muncul dalam persidangan. KPK, ia menambahkan, tidak bisa mengandalkan satu keterangan saksi untuk menjerat seseorang sebagai tersangka.

"Jadi tidak bisa berdiri sendiri, kami akan lihat saksi yang lain, apakah ada kesesuaian," katanya.

Dalam dakwaan untuk Haris, Jaksa menyebut Lukman sebagai salah satu pihak yang kecipratan uang haram jual beli jabatan di Kemenag. Lukman disebut menerima Rp 70 juta secara bertahap, masing-masing Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

Nama Lukman kerap disebut oleh tersangka dan saksi-saksi dalam pemeriksaan di KPK. Lukman sendiri pernah mengembalikan uang Rp 10 juta ke Direktorat Gratifikasi KPK. Namun, pelaporan tersebut ditolak karena perkara suap ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Dugaan Lukman menerima aliran suap ini pertama kali mencuat setelah penyidik menemukan Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS di laci meja kerja Lukman. KPK memastikan uang tersebut terkait dengan perkara. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top