Skandal BLBI

KPK Ingatkan Sjamsul dan Istri Kooperatif

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Beberapa kali mangkir panggilan sebagai saksi, kali ini KPK mengultimatum Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim untuk menyerahkan diri. Pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) itu sudah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

"Kami menyarankan agar SJN dan ITN menyerahkan diri ke KPK karena saat ini status mereka sudah sebagai tersangka dalam penyidikan perkara korupsi yang dilakukan KPK," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (11/6). 

Febri mengingatkan, keduanya dapat membela diri bila menyerahkan diri atau memenuhi panggilan penyidik. Selama proses penyelidikan kasus BLBI, Sjamsul Nursalim tidak pernah memenuhi panggilan permintaan keterangan yang dilayangkan KPK.

Komisi anti rasuah telah tiga kali melayangkan surat panggilan, baik ke alamat rumah maupun perusahaan yang terafiliasi dengan Sjamsul dan Itjih di Indonesia dan Singapura. Dengan pemanggilan tersebut, Febrianto menambahkan, KPK sebenarnya memberi ruang yang cukup pada pemilik PT Gajah Tunggal tersebut untuk menyampaikan keberatan atau sanggahan.

"Namun hal tersebut tidak pernah digunakan," ujar Febri.

Penetapan Sjamsul dan Itjih sebagai tersangka merupakan pengembangan dari perkara Syafruddin Arsyad Temenggung. Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding.

Dalam kasus ini, Sjamsul dan Itjih diduga diperkaya atau diuntungkan sebesar Rp 4,58 triliun dari penerbitan SKL BLBI. 

KPK menjerat pasangan taipan yang kini mukim di Singapura itu dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top