Pembantaran Penahanan Rommy Kembali Dicabut

publicanews - berita politik & hukumM Romahurmuzy alias Rommy saat menjalani pemeriksaan perdana pasca pembantaran penahanannya yang pertama dicabut KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pembantaran penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy telah dicabut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pencabutan ini lantaran dokter RS Polri menyatakan tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama itu tidak perlu rawat inap.

"Rommy kembali ke rutan pada Minggu (9/6) kemarin, setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan Rommy tidak dilakukan rawat inap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6).

Rommy mengeluh sakit untuk kali ketiga dan dirawat sejak 31 Mei lalu. Dengan dkembalinya mantan anggota Dewan Pembina Tim Nasional Kemenangan (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu, KPK bakal melakukan penahanan lagi untuk 16 hari ke depan. Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya.

"Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung," Febri menegaskan.

KPK: Rommy Memang Kerap Mengeluh

Rommy pertama kali mengeluh sakit pencernaan ketika hendak diperiksa perdana sebagai tersangka pada 2 April lalu. Kemudian pada 14 Mei lalu giliran ginjalnya yang mengalami gangguan.

"Penyakitnya kan ya memang kambuhan ya moga-moga, doakan aja sehat," kata Rommy ketika itu.

Anggota Komisi XI DPR itu diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Bumi, Surabaya, pada 15 Maret 2019, Rommy kemudian ditahan di Rutan K4 sehari kemudian. Ia menjadi tersangka bersama Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top