Suap Proyek PLTU Riau-1

KPK Panggil Ulang Dirut Pertamina Nicke Widyawati

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dipanggil KPK dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1. Ia bakal dimintai keterangan untuk tersangka Dirut nonaktif PLN Sofyan Basir.

"Hari ini dijadwal ulang pemeriksaan Nicke Widyawati sebagai saksi untuk tersangka SFB," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/6).

Penyidik sebelumnya telah memanggil Nicke pada 27 Mei 2019 lalu, namun Nicke meminta penjadwalan ulang karena tengah berada di luar negeri.

Sebelum menjadi Dirut Pertamina, Nicke pernah menjabat sejumlah posisi strategis di PLN, seperti Direktur Niaga dan Managemen Risiko, Direktur Perencanaan Korporat, dan Direktur Pengadaan Strategis 1. 

Nama Nicke sempat mencuat dalam persidangan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo. 

Dalam putusan terhadap Kotjo, misalnya, hakim menyebut Nicke yang saat itu Direktur Perencanaan PLN pernah menghadiri pertemuan pertama membahas proyek PLTU Riau-1 di Hotel Fairmont, Jakarta. Pertemuan dihadiri oleh Eni, Sofyan, Kotjo, dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso.

Selain itu, Nicke bersama Supangkat juga pernah dipanggil ke ruangan Sofyan Basir untuk diperkenalkan dengan perwakilan China Huadian Engineering Company (CHEC). 

Dalam kasus ini, penyidik KPK menduga Sofyan membantu atau bersama-sama dengan Eni dan Idrus Marham menerima suap dari Kotjo. Suap ini atas kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1. Sofyan dijanjikan oleh Kotjo akan mendapat fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus.

Jaksa KPK dalam sidang untuk Eni dan Idrus di Pengadilan Tipikor menyebutkan, Sofyan setidaknya menghadiri sembilan kali pertemuan, baik yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak terkait, seperti Eni dan Kotjo. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top