Suap Proyek PLTU Riau-1

Pasca Ditahan, Sofyan Basir Berturut-turut Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumSofyan Basir menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (31/5) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dirut nonaktif PLN Sofyan Basir kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Sejak Senin (27/5), penyidik KPK tak henti memeriksa Sofyan.

Mantan Dirut Bank BRI itu turun dari mobil tahanan pada Jumat (31/5) pukul 13.24 WIB. Ia menutupi pergelangan tangannya yang diborgol dengan jaket krem yang dikenakannya sejak ditahan. Sofyan mengucapkan kata salam, selamat berpuasa, dan menjawab pertanyaan wartawan soal kesehatannya.

Sementara itu Jubir KPK Febri Diansyag mengatakan, penyidik KPK masih memerlukan keterangan Sofyan. "Masih pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka," ujar Febri melalui pesan singkat, Jumat (31/5).

Pada Rabu (29/5) kemarin, tim penyidik KPK mendalami pertemuan dan pengetahuan Sofyan soal fee yang diterima Eni Maulana Saragih.

Dalam perkara ini, Sofyan diduga membantu atau bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo. Suap ini atas kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

KPK menduga Sofyan dijanjikan oleh Kotjo mendapatkan fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham. Dalam vonisnya pada 23 April lalu, hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Idrus bersalah menerima Rp 2,250 miliiar dari BlackGold --meskipun ia tidak sempat menikmati uang tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top