Suap Izin Tinggal WNA

KPK Geledah Kantor Swasta dan Imigrasi Mataram

publicanews - berita politik & hukumKepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Rabu (28/5) malam.
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua lokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) disisir Tim KPK menyusul penetapan tersangka terhadap Kepala Imigras Mataram Kurniadie. Kasus ini mengenai dugaan suap dalam pemberian izin tinggal warga negara asing (WNA).

"Sejak pagi ini dilakukan penggeledahan di dua lokasi di NTB," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/5).

Dua lokasi yang digeledah penyidik adalah Kantor Imigrasi Kelas I Mataram dan kantor PT Wisata Bahagia. Dari penggeledahan tersebut KPK menyita sejumlah dokumen. Salah satunya mengenai pengangkatan Kurniadie.

Febri mengatakan, hingga saat ini proses penggeledahan masih berlangsung.

KPK telah menetapkan Kurniadie bersama Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Mataram Yusriansyah Fazrin dan Direktur PT Wisata Bahagia Liliana Hidayat sebagai tersangka. Liliana juga adalah pengelola Wyndham Sundacer Lombok.

Kurniadie dan Yusriansyah selaku penerima suap, sedangkan Liliana sebagai pemberi suap. Dua petugas Imigrasi Mataram itu diduga menerima suap dari Liliana sebesar Rp 1,2 miliar.

Suap diberikan agar Imigrasi Mataram menghentikan proses hukum penyalahgunaan izin tinggal WNA berinisial BGW dan MK. Keduanya masuk ke Indonesia menggunakan visa turis biasa, namun bekerja di Wyndham Sundancer.

Awalnya, Liliana menawarkan uang Rp 300 juta untuk menghentikan kasus tersebut. Namun Yusriansyah menolak karena terlalu sedikit. Setelah bernegosiasi, kedua pihak akhirnya sepakat dengan nilai suap Rp 1,2 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top