Suap Proyek PLTU Riau-1

Semalam Ditahan, Hari Ini Sofyan Basir Meriang

publicanews - berita politik & hukumDirut nonaktif PT PLN Sofyan Basir usai menjalani pemeriksaan kasus suap proyek PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Selasa (28/5) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan Dirut nonaktif PLN Sofyan Basir hari ini merupakan lanjutan Senin (27/5) malam, yang membuatnya ditahan. Sedianya, penyidik KPK memperdalam soal pertemuan tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 itu dengan tersangka lainnya.

Namun, baru setengah jam menjawab pertanyaan penyidik, Sofyan mengeluhkan tidak enak badan alias meriang.

"Belum, belum masih pendek, dua-tiga poin saja ya," ujar Sofyan di depan lobi Gedung KPK sebelum masuk ke dalam mobil tahanan, Selasa (28/5) sore.

Menurut kuasa hukum Soesilo Aribowo, pemeriksaan belum masuk ke dalam materi pokok ketika Sofyan meminta pemeriksaan dihentikan.

"Meriang, mungkin kurang tidur atau masih agak stress lah, masih agak perlu adaptasi di rutan," Soesilo menjelaskan. Dokter, ia menambahkan, sudah memeriksa Sofyan dan memberinya obat.

Soesilo mengatakan telah meminta kliennya bisa cek kesehatan di rumah sakit. "Pak Sofyan kan kebetulan darahnya kemarin agak tinggi, ada sedikit meriang mungkin kurang tidur," ujarnya.

Dalam kasus ini, penyidik menduga Sofyan membantu atau bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo. Suap ini atas kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

KPK menduga Sofyan menerima janji mendapatkan fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham. Dalam vonisnya pada 23 April lalu, hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Idrus bersalah menerima Rp 2,250 miliiar dari BlackGold --meskipun ia tidak sempat menikmati uang tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top