Suap Pembuatan Paspor

KPK Amankan 8 Orang di NTB, Salah Satunya Kepala Imigrasi

publicanews - berita politik & hukumKantor Imigrasi Kelas I Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sepekan menjelang Idul Fitri, tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Nusa Tenggara Barat sejak kemarin hingga Selasa (28/5) dini hari.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, dari delapan orang yang diamankan terdapat oknum pejabat Imigrasi.

"Sampai pagi ini 8 orang dibawa ke Polda setempat untuk dilakukan pemeriksaan awal. Mereka terdiri dari unsur pejabat dan penyidik Imigrasi serta pihak swasta," ‎ujar Laode saat dikonfirmasi, siang ini.

Menurut Laode, tim juga menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga sebagai bukti suap pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di Keimigrasian NTB.

KPK menggelar operasi senyap ini setelah mendapat informasi dari masyarakat soal adannya dugaan setoran ke pejabat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM setempat.

"Kami menindaklanjuti informasi tentang adanya dugaan pemberian uang pada pejabat Imigrasi setempat terkair perizinan tinggal di sana," Laode menambahkan.

Menurut Pelaksana Harian Kantor Imigrasi Mataram Rahmad Gunawan, Kepala Kantor Imigrasi Kurniadie dan sua stafnya diperiksa tim KPK di Mapolda NTB. Sejumlah ruangan digeledah dan diseegel KPK.

"Ada dua pejabat dan satu staf," katanya kepada wartawan di Mataram.

Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah. Kepala Kantor Imigrasi Kurniadie diamankan di rumahnya, sementara Kepala Intel Penindakan Keimigrasian Yusriansyah Fazrin diambil dari sebuah hotel di Mataram. Sementara seorang staf Imigrasi Ayub Abdul Muqsith ditangkap di sebuah tempat perbelanjaan seusai berbuka puasa, kemarin.

"Kemungkinan yang satu ini tidak terlibat karena dia loyalis kepada pimpinan," Rahmad menjelaskan.

KPK memiliki 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top