Usut Kasus Pengadaan Kapal, KPK Kantongi Nama Tersangka

publicanews - berita politik & hukumPenggeledahan KPK, ilustrasi. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus dugaan korupsi korupsi pengadaan kapal, KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi. Penyidik telah mengantongi nama tersangka baru.

"Untuk kasus pengadaan kapal hari ini ada tiga lokasi yang kami geledah. meskipun saya belum bisa sampaikan ya kasus pokoknya apa," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/5).

Ada tiga lokasi yang digeledah hari ini, yaitu rumah di Menteng, Grogol, dan Bekasi. Febri menambahkan, penggeledahan tersebut terjadi di dua rumah milik dua direksi PT Daya Radar Utama (DRU) dan satu rumah lainnya milik pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kabarnya, pejabat KKP tersebut berasal dari Direktorat Pemantauan Operasi Armada. Ruang kerjanya telah digeledah tim KPK pada Kamis (16/5) pekan lalu. Kasus ini merupakan perkara lama, yakni tahun anggaran 2012-2014.

Namun Febri masih enggan merinci nama Direksi PT Daya Radar Utama maupun pejabat KKP yang rumahnya digeledah. Ia hanya menyebutkan tim penyidik menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan proses pengadaan dan penganggaran kapal. 

"Ada dokumen-dokumen yang kami sita, Dokumen itu terkait dengan proses pengadaan tentu saja ya dan juga terkait dengan penganggaran. Kemudian ada barang bukti elektronik juga yang kami amankan dari beberapa lokasi tersebut," katanya. 

KPK Geledah Kantor PT Daya Radar Utama

Pada Kamis (16/5) dan Jumat (17/5) pekan lalu, KPK telah melakukan menggeledah kantor Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP serta kantor PT Daya Radar Utama di Tanjung Priok, Jakarta. Saat itu KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik terkait pengadaan kapal. 

"Kalau dari kemarin Jumat, berarti ada barang bukti elektronik berupa hard disk, compact disk, dan beberapa barang bukti lain yang kami amankan untuk mendukung proses penyidikan yang sedang berjalan," Febri menjelaskan.

Tim KPK, Febri menambahkan, telah menemukan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus ini, meskipun penyidik saat ini masih perlu melakukan tindakan-tindakan awal terlebih dahulu sebelum mengumumkan kasus tersebut dipublikasikan.

"Kalau KPK melakukan penggeledahan itu artinya kasusnya sudah di penyidikan, kalau kasusnya sudah di penyidikan itu berarti sekaligus sudah ada tersangka," Febri menegaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top