Kendal

Dua Petani Kendal Korban Kriminalisasi Dapat Grasi Presiden

publicanews - berita politik & hukumNoor Azis (44), Sutrisno Rusmin (63), dan Mujiono (39) para petani yang didakwa menyeronot lahan Perhutani Kendal, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Kendal - Noor Azis (44) dan Sutrisno Rusmin (63) bernafas lega setelah keduanya dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan (LP) II A Kendal, Jawa Tengah. Pembebasan terjadi setelah kedua petani tersebut mengantongi surat grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Warga penjemput menggunakan truk dan mobil pribadi kemudian membawa dua orang yang juga dikenal sebagai kiai itu ke Alun-alun Kota Kendal. Mereka disalami warga yang telah menunggu pembebasannya sejak subuh tadi.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Kendal Diyah Ayu Wulandari mengatakan grasi diterima pada Kamis kemarin. Kejaksaan kemudian berkoordinasi dengan Lapas Kendal dan pembebasan keduanya secara resmi dilakukan hari ini.

Kuasa hukum Noor Azis dan Rusmin, Etik Oktaviani, mengatakan pemberian grasi menunjukkan undang-undang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sudah selayaknya ditinjau ulang.

"Undang-undang itu merugikan masyarakat miskin," kata Etik di Lapas Kendal, siang ini. Ia menambahkan, Azis dan Rusmin menjadi korban kriminalisasi.

Sebelumnya, Noor Azis dan Rusmin dijerat pasal 19 (a) Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Petani Surokonto Wetan, Kendal, Jawa Tengah, itu dituduh menyerobot lahan milik Perhutani KPH Kendal. Bersama Mujiono (39), mereka divonis 8 tahun dan denda Rp 10 miliar di PN kendal pada 18 Maret 2017.

Ketiganya menjalani eksekusi pada 30 Maret 2017. Namun, Mujiono tidak ada di tempat saat aparat hendak melakukan penahanan.

Para petani itu terbukti mengusahakan lahan tukar guling lahan antara PT Semen Indonesia dengan Perhutani seluas 70 hektar dari 400 hektar yang ada. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top