Bupati Bengkalis Amril Mukminin Tersangka Korupsi Proyek Jalan

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam keterangan pers penetapan tersangka Bupati Bengkalis di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan satu orang swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur. Kasus ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Sekretaris Daerah Dumai dalam proyek prningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka yakni Sekda Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Saat ini keduanya tengah menjalani persidangan.

"Selah mencermati proses penyidikan dan fakta-fakta yang muncul di persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dan sebuah perkara baru," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5).

Selain proyek tersebut, Bupati Amril Mukminin juga diduga bermain dala proyek tahun jamak atau multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. 

Adapun tersangka lainnya adalah Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK).

"Tersangka MK diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau," ujar Laode.

Laode mengatakan, diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp 105,88 miliar. Dalam perkara ini tersangka Makmur diduga diperkaya Rp 60,5 miliar.

Atas perbuatannya, Makmur disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Bupati Bengkalis 2016-2021 Amil Mukminin dalam perkara dugaan penerimaan suap atau gratifikasi terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

"Tersangka AMU sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis," ujar Syarief.

Amril diduga menerima Rp 2,5 miliar sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning 2017-2019.

Amril kembali menerima uang dari PT CGA sebesar Rp 3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diterima Amril dalam rentang Juni dan Juli 2017.

Amril diduga telah menerima uang total sekitar Rp 5,6 miliar baik sebelum atau ketika menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning adalah salah satu bagian dari enam paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp 537,33 miliar. 

Awalnya, proyek pembangunan jalan ini dimenangkan oleh PT Citra Gading Asritama (CGA)‎. Namun kemudian, Dinas PU Bengkalis membatalkan proyek tersebut karena CGA diisukan masuk dalam daftar hitam Bank Dunia.

PT CGA menempuh jalur hukum ke Mahkamah Agung (MA) dan memenangkan gugatan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top