Suap Proyek PLTU Riau-1

Idrus Marham Banding, Sekalipun Hukumannya akan Diperberat

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/5) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham resmi mengajukan banding pada 30 April 2019 ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Terdakwa kasus dugaan menerima suap dalam proyek PLTU Riau-1 itu menyatakan siap jika hukumannya malah diperberat.

"Saya lagi pikir-pikir, KPK banding tanggal 29 (April) ya, masa saya ndak banding. Akhirnya saya ngajukan banding tanggal 30," ujar Idrus di Gedung KPK, usai menjalani pemeriksaan saksi untuk kasus PLTU Riau-1, Rabu (15/5).

Idrus mengaku siap bila bandingnya ditolak. "Jadi masalah berat dan tidak saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa," katanya.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta. Dalam sidang pada 23 April 2019, hakim berpandangan mantan Menteri Sosial itu mengetahui perbuatan terpidana Eni Maulani Saragih melakukan kesepakatan tidak jujur dan menerima uang dalam proyek PLTU Riau-1. 

Hakim menyatakan Idrus terbukti menerima suap Rp 2,2 miliar dari pemilik BlackGold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo. Namun, hakim juga mengatakan Idrus tidak menikmati hasil pidana yang dilakukannya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top