Suap Pengapalan Pupuk

KPK Panggil Dirut PT Pilog Ahmadi Hasan

publicanews - berita politik & hukumAnggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso Sidik, tersangka kasus suap pengapalan pupuk. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistic (Pilog) Ahmadi Hasan diperiksa KPK sebagai saks kasus dugaan suap kerja sama pengapalan pupuk. Ia dimintai keterangan untuk melengkapi berkas tersangka Manajer Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti.

‎"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (15/5).

Selain Ahmadi Hasan, KPK juga memanggil Direktur Administrasi dan Keuangan Pilog Teguh‎ Hidayat Purbono, serta Marketing HTK Beny Widata.

Kemarin KPK juga telah memeriksa Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat. Dalam pemeriksaan tersebut KPK mendalami peran saksi terkait dalam perjanjian kerja sama antara Pilog dan HTK.

Febri menjelaskan, penyidik KPK hendak mendalami peran anggota DPR Bowo Sidik Pangarso dalam kerja sama perusahaan BUMN dengan swasta tersebut. Penyidik menduga HTK, melalui Asty, meminta bantuan politisi Partai Golkar itu agar mendapatkan proyek pengapalan pupuk tersebut.

"Diduga pihak PT HTK meminta bantuan BSP untuk memproses lebih lanjut agar ada kerja sama atau penggunaan kapal PT HTK kembali oleh pihak pupuk Indonesia," kata Febri.

KPK menetapkan Bowo sebagai tersangka penerima suap bersama anak buahnya dari PT Inersia Indung. Pemberi suapnya adalah Asty Winasti.

Penyidik menduga Bowo Sidik meminta fee 2 dolar AS per metrik ton atas biaya angkut kepada HTK. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari Humpuss. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top