Suap Proyek PLTU Riau-1

Novanto Bantah Bicarakan Fee dengan Sofyan Basir

publicanews - berita politik & hukumSetya Novanto usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Selasa (14/5) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto mengaku tidak pernah membicarakan proyek PLTU Riau-1 ataupun meminta proyek kepada Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Saat itu, ia hanya memastikan pada Sofyan soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang tak berjalan.

"Saya meluruskan bahwa tidak pernah saya untuk PLTU Riau, yang saya menanyakan adalah mengenai PLTG karena sudah lama enggak berjalan. Jadi saya tanya itu," kata Novanto usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/5).

Novanto menyebut ia hanya meminta penjelasan terkait program listrik pemerintah 35 ribu Mega Waat yang tengah dikerjakan oleh PLN. Sofyan juga menjelaskan soal PLTG tersebut.

Nama mantan Ketua Umum Partai Golkar yang juga terpidana kasus megakorupsi proyek e-KTP ini kerap muncul dalam sidang-sidang dengan terdakwa Eni Maulani Saragih, Idrus Marham, maupun bos BlackGold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo. Novanto disebut-sebut merupakan pihak pertama yang dimintai bantuan Kotjo untuk menjalin komunikasi dengan pihak PLN.

Kotjo menemui Novanto lantaran permohonan yang diajukan anak perusahaannya, PT Samantaka Batubara, tak kunjung ditanggapi PT PLN sejak Oktober 2015. Novanto kemudian mengenalkan Kotjo kepada Eni.

Selanjutnya Eni mengenalkan Kotjo dengan Sofyan Basir. Dalam perannya itu, Novanto dijanjikan bakal mendapat fee yang sama dengan yang diterima Kotjo dari proyek senilai 900 juta dolar AS tersebut, yakni 6 juta dolar AS atau 24 persen dari 25 juta dolar yang merupakan fee Kotjo sebagai agen PT China Huadian Engineering Company (CHEC) dalam proyek ini. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top