KPK Telusuri Penunjukan China Huadian Sebagai Penggarap PLTU Riau-1

publicanews - berita politik & hukumJubir KPK Febri Diansyah. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan terhadap empat petinggi PLN, Senin (14/5), untuk mendalami mekanisme penunjukan China Huadian Engineering Company (CHEC) dan PT Samantaka Batubara dalam proyek PLTU Riau-1.

Keempat petinggi PLN tersebut adalah Kepala Satuan Komunikasi I Made Suprateka, Vice President Pengadaan 3, Akhiyar, Manajer Pengadaan IPP 2K uswara, dan Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Barat Haryanto WS. Kemudian Plt Direktur Keuangan PT PLN Batubara Hartanto Wibowo.

"Penyidik mengonfirmasi keterangan saksi terkait proses pengadaan PLTU Riau-1, yaitu penunjukan CHEC Ltd dan PT Samantaka Batubara," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/5). 

Selain itu, tim penyidik juga mengklarifilasi proses penandatanganan sirkuler PT PLN. 

Pembangkit listrik yang berlokasi di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, ini dikerjakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh BlackGold Natural Resources. Anggota konsorsium adalah PJB, PT PLN Batubara, dan China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). Adapun Samantaka adalah anak perusahaan BlackGold yang akan memasok batubara bagi PLTU Riau-1.

Semula, PLTU Mulut Tambang ini hendak dikerjakan PJB. Namun Sofyan yang ketika itu masih aktif sebagai bos perusahaan setrum pelat merah tersebut mengalihkannya pada BlackGold. 

KPK menduga Sofyan membantu atau bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Johannes Budisutrisno Kotjo. Suap ini atas kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

Penunjukkan langsung BlackGold untuk mengerjakan proyek dengan investasi 900 juta dolar AS, sekitar Rp 12,7 triliun lebih, ini berbau rasuah. KPK menduga Sofyan dijanjikan oleh Kotjo akan mendapat fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham.

Jaksa KPK dalam sidang untuk Eni dan Idrus di Pengadilan Tipikor menyebutkan, Sofyan setidaknya terlibat dalam sembilan kali pertemuan, baik yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak terkait, seperti Eni dan Kotjo.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Sofyan didampingi oleh beberapa petinggi PLN dan anak perusahaan PLN. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top