Jual Beli Kemenag

KPK Dalami Peran Menag Lukman Lewat Sekjen Nur Kholis

publicanews - berita politik & hukumSekjen Kemnterian Agama Nur Kholis Setiawan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/5). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Berkali-kali diperiksa, Sekjen Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan mengatakan penyidik KPK masih memerlukan keterangannya dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag. Hari ini, Nur Kholis yang juga menjabat Ketua Panitia Seleksi Jabatan Tinggi itu kembali diperiksa.

"Ya terkait dengan Panitia Seleksi. Selasa (7/5), kita semua kan juga dipanggil, saya kemudian Sekretaris Pansel dan anggota Pansel dipanggil memberikan keterangan. Kemudian rupanya ada yang perlu dikonfirmasi, saya dipanggil juga hari ini," ujar Nur Kholis usai pemeriksaan, di lobi Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/5).

Ketika ditanyakan kembali peran Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam proses seleksi, Nur Kholis enggan untuk membeberkannya.

"Itu ranahnya penyidik KPK lah," katanya.

KPK Kantongi Nama Pejabat Kemenag yang Diduga Kongkalikong dengan Rommy

Ia menjelaskan bahwa tugasnya hanya sebagai Ketua Pansel menjalankan SOP semata. "Kalau pansel ini kan memang pekerjaannya sesuai SOP-nya menyajikan hasil, kemudian wewenang untuk memilih sepenuhnya ada di pimpinan," Nur Kholis menambahkan.

Kasus ini menjerat eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy), Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Ketiganya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Bumi, Surabaya, pada 15 Maret 2019.

Rommy diduga menerima suap Rp 300 juta, dengan rincian Rp 50 juta dari Muafaq dan Rp 250 juta dari Haris. Baik Haris maupun Muafaq tidak lolos seleksi, namun Menag Lukman tetap melantik keduanya.

KPK menduga Rommy memperdagangkan pengaruhnya dalam pemilihan pejabat tinggi Kemenag bekerja sama dengan 'orang dalam'. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top