Dalami Berkas Direktur Krakatau Steel Wisnu Kuncoro, KPK Panggil GM Eddy Rukman

publicanews - berita politik & hukumDirektur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro sekeluar Gedung KPK, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan, 23 Maret 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK masih terus mendalami bukti-bukti kasus suap pengadaan barang dan jasa yang menjerat Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (KS) Wisnu Kuncoro. Hari ini penyidik meminta keterangan General Manager MRO Procurement and Facilities KS Eddy Rukman.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WNU (Wisnu Kuncoro)," kata Jubir KPK Gebri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (13/5). 

Penyidik juga menjadwalkan memeriksa Kasir atau Bagian Keuangan PT Grand Kartech Tbk Dadi Sodikin. Grand Kartech adalah kontraktor KS yang diduga menyuap Wisnu Kuncoro. 

Dalam kasus ini, Wisnu diduga menerima suap bersama dengan swasta Alexander Muskita. Sementara pemberi suap adalah bos Grand Kartech Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro, pemilik Tjokro Group.

Direktorat Teknologi dan Produksi KS PT merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing senilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar. Alexander Muskitta kemudian menawarkan sejumlah rekanan untuk menggarap proyek tersebut dan disetujui Wisnu.

Alexander lalu bertindak mewakili dan atas nama Wisnu menyepakati commitment fee dengan rekanan yang ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Group Tjokro, senilai 10 persen dari nilai kontrak.

KPK menjerat Wisnu dan Alexander dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak pemberi suap, Kenneth dan Yudi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top