Suap Pengapalan Pupuk

Vice President Shipping Pertamina Diperiksa KPK Untuk Kasus Bowo Sidik

publicanews - berita politik & hukumManjer Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti menunggu pemeriksaan di lobi Gedung KPK, Jakarta, 8 April 2019. (Foto: Liputan6)
PUBLICANEWS, Jakarta - Vice President Shipping Operation PT Pertamina Joko Eko Purwanto masuk daftar pemeriksaan saksi pada Jumat (3/5). Keterangannya dibutuhkan penyidik KPK untuk mendalami kasus dugaan suap jasa angkut distribusi pupuk.

Joko diperiksa untuk penyidikan tersangka Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti (AWI).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (3/5).

Saksi lain yang juga dipanggil untuk berkas tersangka Asty adalah Direktur Operasional PT Pupuk Indonesia logistic (Pilog) Budiarto dan pegawai PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Selo P Purnawarnanth.

Asty adalah tersangka penyuap anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Keduanya diamankan dalam OTT di toga lokasi di Jakarta pada Kamis (28/3). Satu tersangka lagi adalah anak buah Bowo di PT Inersia, yakni Indung.

Penyidik KPK menduga Bowo mendapat imbalan atas kerja sama pengapalan pupuk antara PT Pilog dengan HTK, yakni sebesar 2 dolar AS per metrik ton. Diduga, Bowo telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari Humpuss.

Adapun total uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari Humpuss maupun pihak lainnya sekitar Rp 8 miliar yang ditaruh di 84 buah kardus.

Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada pencoblosan 17 April 2019. Namun Bowo keburu ditangkap. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top