KPK Sita Dokumen Perdagangan Gula dari Ruang Menteri Enggartiasto

publicanews - berita politik & hukumKantor Kementerian Perdagangan di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setumpuk dokumen disita Tim KPK dalam penggeledahan di ruang kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Penggeledahan berlangsung sejak Senin (29/4) pagi hingga siang ini.

"Sejauh ini diamankan dokumen-dokumen terkait perdagangan gula," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/4).

Penggeledahan ini, Febri menambahkan, untuk menindaklanjuti beberapa fakta yang muncul selama proses penyidikan.

"Bukti-bukti yang relevan seperti dokumen-dokumen terkait di sana perlu kami cermati. Ini bagian dari proses verifikasi atas beberapa informasi yang berkembang di penyidikan," Febri menandaskan.

Diduga, penggeledahan ini terjadi setelah Wakil Ketua Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso 'bernyanyi' bahwa ia menerima uang Rp 2 miliar dari Enggar. Uang tersebut merupakan bagian dari barang bukti Rp 8 miliar yang disita KPK dalam kasus suap kerja sama pengapalan pupuk antara PT Pupuk Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

Bowo mengaku uang tersebut untuk membantu mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi. Kebijakan impor gula rafinasi ini mendapat penolakan dari sebagian besar anggota DPR dalam rapat dengar pendapat pada awal Juni 2017.

Dewan beranggapan gula rafinasi yang masuk pengawasan pemerintah tak seharusnya dilelang secara bebas dalam kendali perusahaan swasta. Kepada penyidik, Bowo mengatakan pada masa istirahat RDP, Enggar menghampirinya, lalu mengatakan bahwa nanti akan ada yang menghubunginya.

Beberapa pekan kemudian, orang kepercayaan Enggar menghubungi Bowo mengajak bertemu di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, pertengahan Juni 2017. Saat itulah Bowo menerima uang Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top