Suap Proyek PLTU Riau-1

Idrus Marham Bersikukuh Tidak Tahu Fee untuk Eni Saragih

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham seusai pembacaan vonis untuknya di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham bersikukuh tidak mengetahui Eni Maulani Saragih menerima uang dari sejumlah pengusaha. Ia hanya mengakui menerima uang, tapi tidak sempat menikmatinya.

Hal tersebut ditegaskannya usai dijatuhi vonis 3 tahun penjara karena menerima uang Rp 2,250 dari pemilik Blackgold Natural Resources Budisutrisno Kotjo.

"Yang terkait dengan saya, dari yang disampaikan tadi, bahwa menerima tapi tidak menikmati," kata Idrus di depan pintu ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/4).

Mengenai penerimaan Eni, Idrus menambahkan, bukan hanya dari Kotjo melainkan juga dari pengusaha Samin Tan dan lain-lain. Tapi Idrus mengaju sama sekali tidak tau.

"Tentunya sebagai seorang muslim saya bersumpah bahwa demi Allah saya tidak tahu penerimaan itu," ujar Idrus.

Idrus membenarkan pernah bertemu sekali dengan Dirut PLN Sofyan Basir. Namun dalam pertemuan tersebut tidak ada yang menyinggung soal proyek PLTU Riau-1.

Saat bertemu Sofyan, ujar Idrus, ia membicarakan CSR pemuda masjid dan listrik untuk 47 kabupaten/kota di perbatasan. Tidak ada pembicaraan tentang PLTU Riau-1.

"Jadi bagaimana kemudian saya tidak pernah ikut rapat-rapat. Iwan supangkat (Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso; red) tidak kenal saya. Kalau dikatakan tadi itu ada pertemuan, nah ini kelihatan ada ngarangnya," Idrus menjelaskan.

Idrus dan penasihat hukumnya akan mempelajari putusan tertulis majelis hakim sebelum menentukan apakah banding atau menerima putusan majelis hakim.

Sementara itu Jaksa Budi Sarumpaet mengatakan menghormati putusan hakim. Menurutnya, pertimbangan hakim hampir sama dengan fakta hukum dan analisa yuridis tuntutan JPU.

"Tapi ada yang menarik tadi, majelis hakim menyebutkan ada kesepakatan tersembunyi yang diwarnai pemberian uang antara terdakwa, Eni yang anggota DPR punya mitra PT PLN, dalam pertimbangan Eni dikehendaki dan diketahui Idrus Marham untuk membantu Kotjo mendapatkan PLTU Riau-1. Nah, apabila proyek ini berhasil Eni akan mendapatkan fee," ujar Jaksa Budi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top