Suap Proyek PLTU Riau-1

Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham usai pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/4) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsidier dua bulan kurungan. Vonis tersebut dua tahun lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK, yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Idrus Marham terbukti bersalah melakukan korupsi bersama-sama. Menjatuhkan pidana tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsidier dua bulan kurungan,“ ujar Ketua Majelis Hakim Yanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/4).

Dalam putusannya Majelis Hakim berpandangan Idrus Marham mengetahui perbuatan Eni Maulani Saragih melakukan kesepakatan tidak jujur dan menerima uang dalam proyek PLTU Riau-1.

Dalam pertimbangan yang meringankan, hakim menilai Idrus bersikap sopan dan belum pernah dipidana. Selain itu, Idrus tidak menikmati hasil pidana yang dilakukannya.

Mantan Sekjen Partai Golkar itu terbukti menerima suap Rp 2,250 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Menurut hakim, uang tersebut diberikan agar mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau-1.

Atas putusan tersebut, penasihat hukum Idrus, Samsul Huda, menyatakan pikir-pikir. Sikap yang sama dilakukan oleh Jaksa Penuntut umum KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top