Suap Proyek PLTU Riau-1

Tak Sempat Nikmati Uang Suap, Idrus Marham Berharap Bebas

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham dalam sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berharap majelis hakim menjatuhkan vonis bebas dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjeratnya.

"Pastilah semuanya, kalau saya punya keyakinan sesuai fakta yang ada, saya punya harapan itu," ujar Idrus sebelum sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/4).

Menurut mantan Menteri Sosial itu, semua fakta telah ia tuangkan dalam nota pembelaan atau pledoi sebanyak 115 halaman. Terlebih dalam tuntutan Jaksa, ia disebut menerima uang namun tidak keburu menikmatinya.

"Di sana saya kupas yang menunjukan tidak ada fakta bahwa saya ada keterkaitan dan dalam tuntutan salah satu meringankan karena menerima tapi tidak menikmati," ujar Idrus.

Jaksa KPK menuntut Idrus Marham 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Menurut Jaksa, Idrus terbukti menerima suap Rp 2,250 miliar dari pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Dalam kasus ini, Idrus didakwa bersama-sama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Eni merupakan anggota Fraksi Partai Golkar.

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau-1.

Idrus diduga berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang untuk membiayai Munaslub Partai Golkar. Mantan Menteri Sosial itu juga disebut meminta Kotjo membantu pendanaan suami Eni untuk Pilkada Kabupaten Temanggung 2018. 

Atas perbuatannya, jaksa mendakwa Idrus melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top