Suap Proyek SPAM

KPK Panggil Direktur Teknik Lingkungan Dirjen Minerba ESDM

publicanews - berita politik & hukumKasatker SPAM Strategis Kementerian PUPR Anggiat Partunggul Nahot Simaremare. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Teknik dan Lingkungan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Sri Raharjo dipanggil KPK. Ia bakal dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Selain Sri Raharjo, 4 saksi juga dipanggil tim penyidik. Mereka adalah Dirut PT Raja Muda Ririn Nurfaizah, Direktur PT Bilga Jaya Abadi Bilhan Gamaliel, Auditor BPK Janu Hasnowo, dan Projects Management PT Exa Data Internasional Widio Prakoso.

"Para saksi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (18/4).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan orang tersangka. Empat tersangka pemberi suap adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur WKE Lily Sundarsih, serta dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya kini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. 

Sementara empat tersangka penerima suap adalah Anggiat Partunggul Nahat Simaremare, Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga mengatur lelang proyek tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. Lalu proek pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Lelang diatur sedemikian rupa agar dimenangkan oleh WKE dan TSP. Untuk itu, para tersangka pejabat Kementerian PUPR itu meminta fee10 persen. Fee kemudian dibagi dua, yakni 7 persen untuk Kepala Satker dan 3 persen untuk PPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top