Suap Pengapalan Pupuk

Usai Diperiksa, Wanita Kulit Putih Ini Bungkam Ditanya Soal Bowo Sidik

publicanews - berita politik & hukumSiesa Darubinta, usai diperiksa sebagai saksi kasus suap kerja sama pengapalan pupuk, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/4) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim penyidik KPK telah merampungkan pemeriksaan Siesa Darubinta, saksi kasus dugaan suap pengapalan pupuk. Siesa dimintai keterangan penyidik untuk tersangka anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Mengenakan kemeja bergaris biru dan celana kulot, perempuan berkulit putih tidak mau menjawab pertanyaan media sekeluar Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/4) pukul 16.36 WIB.

Siesa adalah wanita yang berada di Apartemen Permata Hijau, Jakarta Selatan, ketika tim KPK hendak menangkap Bowo saat operasi tangkap tangan (OTT) pada 27 Maret 2019, pukul 20.00 WIB. Bowo ternyata sudah tidak ada di sana ketika itu.

Tim KPK kemudian membawa Siesa bersama sopir Bowo. Namun keduanya kemudian dilepas, setelah pemeriksaan awal.

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, Siesa diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Manager Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti. Ada dua saksi lainnya yang diperiksa bersamaan dengan Siesa.

"Penyidik hari ini mendalami informasi mengenai mekanisme kerja sama sewa menyewa kapal antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan Humpuss," ujar Febri.

Bowo diduga menerima suap dalam kerja sama pengangkutan pengapalan pupuk antara Pilog dengan HTK. Pilog adalah anak usaha BUMN Pupuk Indonesia, adapun HTK merupakan 'cucu' PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.

Penyidik menduga politisi Partai Golkar itu meminta fee 2 dolar AS per metrik ton atas biaya angkut kepada HTK karena membantu terwujudnya kerja sama ini. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari Humpuss yakni sekitar Rp 1,5 miliar dan saat OTT Rp 89,4 juta.

Adapun total uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari Humpuss maupun pihak lainnya sekitar Rp 8 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top