Jual Beli Kemenag

KPK Kantongi Nama Pejabat Kemenag yang Diduga Kongkalikong dengan Rommy

publicanews - berita politik & hukumRommy di Gedung KPK Jakarta saat menjalani pemeriksaan. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Nama pejabat di Kementerian Agama (Kemenag) yang diduga terlibat dalam kasus jual-beli jabatan di Kemenag telah dikantongi tim penyidik KPK.

Diduga pejabat tersebut bekerja sama dengan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy untuk meloloskan Haris Hasanuddin dalam proses seleksi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim dan Muhammad Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. 

"Tentu kami sudah mengidentifikasi siapa pejabat di pihak Kementerian Agama yang diduga bersama-sama melakukan perbuatan dengan RMY (Romahurmuziy)," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4).

Namun Febri belum mau membuka identitas pejabat yang dimaksud. Penyidik, ia menambahkan, tengah memperbanyak bukti dugaan keterlibatan sang pejabat.

"Dalam proses penyidikan inilah kami melakukan penajaman-penajaman bukti dan penelusuran pihak-pihak lain yang juga terlibat bersama-sama," katanya. 

Diketahui, penyidik telah mendalami dan mengembangkan kasus suap ini dengan memeriksa eejumlah. Mereka, antara lain, sejumlah staf khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. 

Penyidik KPK juga telah memeriksa Sekretaris Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan dan Kepala Biro Kepegawaian Ahmadi. KPK pun mengisyaratkan akan memanggil Menteri Lukman.

"Akan diinformasikan lagi kalau sudah ada informasi tentang, misalnya, Menteri Agama atau pejabat-pejabat lain di Kementerian Agama atau pihak lain yang terkait untuk diperiksa sebagai saksi. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," Febri menjelaskan.

Proses di Pansel Jabatan Tinggi Kemenag menjadi pintu masuk menguak kasus ini. Pasalnya, baik Haris maupun Muafaq sebetulnya tidak lolos seleksi, tapi keduanya tetap dilantik oleh Lukman.

Febri mengatakan, ia belum dapat menyampaikan secara spesifik peran pihak atau pejabat di Kemenag itu dalam proses seleksi jabatan yang diduga berbau rasuah.

"Kalau ada informasi-informasi yang dibutuhkan, misalnya proses pengangkatan bagaimana, itu sudah kami dalami sebagian melalui panitia seleksi. Nanti kalau dibutuhkan lagi informasi lebih lanjut akan kami dalami lagi pada saksi yang lain," Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top