Suap Dana Otsus Aceh

KPK Banding Atas Vonis Irwandi Yusuf, Mantan GAM Jadi Kuncinya

publicanews - berita politik & hukumIrwandi Yusuf saat masih menjalani pemeriksaan di KPK dalam kasus suap Dana Otsus Aceh. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta terhadap Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf.

"Kami memutuskan mengajukan banding terhadap vonis Irwandi," kata Jaksa Ali Fikri di Jakarta, Jumat (12/4), seperti dikutip Antara.

Ali Fikri menjelaskan, alasan banding karena ada pertimbangan hakim yang tidak sependapat dengan analisis yuridis JPU, khususnya dakwaan ketiga.

"Kalau dakwaan kesatu dan kedua memang analisa yuridis JPU sudah diakomodasi hakim," ujar Jaksa Fikri.

Dalam sidang putusan kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), Senin (8/4) lalu, hakim memvonis Irwandi 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan tuntutan Jaksa adalah penjara 10 tahun.

Hakim menyatakan Irwandi dinyatakan terbukti dalam dakwaan pertama dan kedua, yakni menerima suap Rp 1,05 miliar dari proyek-proyek yang didanai DOKA dan menerima gratifikasi Rp 8,717 miliar.

Namun pada dakwaan ketiga, majelis hakim tidak sependapat dengan Jaksa dan menyatakan Irwandi tidak terbukti menerima gratifikasi Rp 32,454 miliar dari Board of Management (BOM) Nindya Sejati Joint Operation (JO).

Alasan hakim menolak dakwaan Jaksa karena Izil Azhar alias Ayah Merin tidak dapat dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa. Dalam dakwaan ketiga, Izil telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Irwandi. Namun hingga kini keberadaan pendiri Partai Nasional Aceh bersama Irwandi itu tidak diketahui. KPK menetapkan Izil masuk daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Irwandi, Izil baru akan menyerahkan diri setelah mendapatkan perintah dari Panglima GAM. Jaksa Fikri mengatakan, KPK tengah mengupayakan pencarian. Izil menjadi kunci vonis Irwandi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top