Jual Beli Kemenag

Staf Ahli Menag Diperiksa Soal Upaya Haris Temui Menteri Lukman

publicanews - berita politik & hukumTersangka Haris Hasanuddin seusai pemeriksaan kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag, di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan kembali pemanggilan Staf Ahli Menteri Agama Gugus Joko Waskito dalam kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemenag. Sedianya Gugus akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin (HRS).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HRS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (12/4).

Gugus pernah dipanggil pada Kamis (28/3) lalu, tapi ia minta penjadwalan ulang. Haris sendiri hari ini diperiksa sebagai saksi untuk eks Ketua Umum PPP Rohamurmuziy (Rommy).

Kemarin, KPK telah memanggil dua staf ahli Menteri Lukman Hakim Saifuddin lainnya, yakni Janedjri M Gafar dan Oman Fatturahman.

Febri menyebut pemeriksaan Gugus masih sama, yakni untuk mendalami pengetahuannya terkait upaya Haris menemui Menteri Lukman.

KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Rommy, anggota Komisi XI DPR yang tak ada urusan dengan jabatan di Kemenag, diduga memperdagangkan pengaruhnya untuk membantu lolosnya Haris dan Muafaq. Total uang suap yang diterima Rommy adalah Rp 300 juta.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Haris mendatangi rumah Rommy dan menyerahkan uang Rp 250 juta pada 6 Februari 2019.

Saat OTT di Hotel Bumi, Surabaya, Muafaq, Haris, dan calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top