KPK Panggil Tiga GM Krakatau Steel

publicanews - berita politik & hukumPresiden Direktur PT Grand Kartech Kenneth Sutardja (kanan) dan bos Tjokro Group Kurniawan Eddy Tjokro seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lima orang saksi dari akan dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa dengan tersangka Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (KS) Wisnu Kuncoro.

Tiga dari lima saksi yang dipanggil adalah General Manager (GM) KS, yakni GM Blast Furnace Complex Hernanto Wirjomijoyo, GM Central Maintenance & Facilities Hery Susanto, dan GM Procurement Wahyu Wirawan.

Sedangkan dua saksi lainnya adalah Manager Maintanence Service Blast Furnace Complex Fahrurozi dan Manager Workshop Mechanic & FSA Adi Triwidodo.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WNU," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (11/4).

Kemarin, KPK melakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan terhadap empat tersangka. Mereka yaitu Presdir PT Grand Kartech Kenneth Sutardja, bos Tjokro Group Kurniawan Eddy Tjokro, dan swasta Alexander Muskitta.

Dalam kasus ini KPK menduga Wisnu Kuncoro menerima suap bersama-sama broker proyek Alexander Muskitta dari dua perusahaan swasta, yakni PT Grand Kartech dan Group Tjokro.

Alexander meminta Rp 50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp 100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro.

Pada 20 Maret 2019, Alexander menerima cek sebesar Rp 50 juta dari Eddy Tjokro yang kemudian disetorkan ke rekeningnya sendiri. Selanjutnya, Alexander juga menerima lagi 4 ribu dolar AS dan Rp 45 juta dari Kenneth di kedai kopi di Jakarta Selatan. Uang tersebut kemudian juga disetorkan ke rekeningnya sendiri.

Barulah pada 22 Maret 2019, Alexander menyerahkan uang Rp 20 juta kepada Wisnu di sebuah kedai kopi di pusat perbelanjaan di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. Saat itulah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap keduanya.

KPK menjerat Wisnu dan Muskitta dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro sebagai penyuap disangkakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU nyang sama juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top