Suap Pengapalan Pupuk

Bowo Sindir Nusron Wahid, Lalu Sebut Ada Menteri dan Direktur BUMN Pula

publicanews - berita politik & hukumPengacara tersangka Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajaguguk, usai mendampingi kliennya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso mulai 'bernyanyi'. Ia menyindir bantahan Nusron Wahid soal perintah menyediakan 400 ribu amplop serangan fajar. Bowo mengingatkan bahwa Korbid Pemenangan Pemilu Golkar Jawa-Kalimantan itu seorang muslim.

"Nusron kan seorang muslim ya... seorang muslim yang beriman," ujar Bowo usai menjalani pemeriksaan kasusnya, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/4). Bowo adalah tersangka dugaan suap kerja sama pengapalan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia.

Menurut pengacaranya, Saut Edward Rajaguguk, pembicaraan antara Bowo dan Nusron soal amplop bercap jempol tersebut terjadi di Gedung DPR.

"Dia (Bowo) mengakui secara terus terang memang saya diperintahkan secara lisan, ketemu berdua di DPR," Saut Edward, yang mendampingi Bowo, menjelaskan.

Mengenai bantahan Nusron, Saut Edward menyebut hal tersebut sah-sah saja. Ia menjelaskan kepada Bowo bahwa orang yang turut mengetahui sebuah kasus bisa dimintai keterangan sebagai saksi.

"Ya hak beliau untuk membantah itu, tapi saya bilang ke klien, kalau nanti ada saksi yang mengetahui dia disuruh dihadirkan di sini," Saut Edward menambahkan.

Saut juga menyinggung ada menteri yang turut menyumbang amplop yang dipersiapkan Bowo untuk pencalegannya di Dapil Jateng 2. Sumbangan sang menteri tersebut termasuk barang bukti Rp 8 miliar yang disita KPK.

"Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut sudah dari salah satu menteri, yang sekarang menteri di kabinet ini," ujar Saut Edward.

Bantah Bowo Sidik, Nusron: Saya Tidak Pernah Nyuruh Orang Korupsi

Sekadar catatan, menteri dari Golkar dalam kabinet Jokowi-Jusuf Kalla saat ini adalah Menperin Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Namun ia tidak mau membuka identitas sang menteri. Saat ditanya apakah menteri tersebut masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Saut tetap berahasia. Ia meminta awak media bersabar dan menyerahkan kepada tim penyidik untuk mendalami hal tersebut.

"Kita kasih kesempatan kepada penyidik untuk mendalami," kata Saut Edward.

Selain Nusron, menteri Golkar, ada pula petinggi BUMN turut menyumbang dana kampanye Bowo. Saut memastikan kliennya akan mengungkap peran mereka dalam kasus yang menjeratnya.

"Harus kooperatif, harus. Ada menteri, ada direktur BUMN," ujar Saut.

Bowo, Saut Edward menambahkan, bakal mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) untuk membongkar kasus ini. "(JC) akan diajukan segera," ia menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top