Suap Pengapalan Pupuk

KPK Tak Ingin Buru-buru Dalami Pengakuan Bowo Soal Nusron Wahid

publicanews - berita politik & hukumNusron Wahid. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan terburu-buru menindaklajuti pengakuan ‎Bowo Sidik Pangarso soal diperintah Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop serangan fajar.

Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dalam mengusut suatu perkara penyidik tidak bisa berdasarkan pengakuan satu pihak saja. Terlebih kasus yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar itu tengah berjalan. Bowo adalah tersangka suap dalam kerja sama pengapalan pupuk PT Pupuk Indonesia dengan PT Humpuss Transportasi Kimia.

"KPK tidak memerlukan pengakuan saja dalam membuktikan ‎sebuah peristiwa Tipikor. Pengakuan memerlukan pembuktian, di mana proses itu masih berlangsung di penyidikan saat ini," ujar Saut saat dikonfirmasi, Rabu (10/4).

Bowo Sidik Sebut Diperintah Nusron Wahid Siapkan Amplop Serangan Fajar

Saut menegaskan, KPK tidak akan masuk ke dalam ranah politik dalam kasus Bowo karena tidak masuk kompetensi komisi antirasuah. "Jadi, kita tunggu saja seperti apa penyidik mengembangkan hal itu," katanya.

Bowo Sidik mengungkapkan soal perintah Nusron menyiapkan amplop dengan cap jempol itu seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4) sore. Caleg Golkar itu masuk dalam Dapil 2 Jateng, sama seperti Nusron Wahid.

Eks Ketua Tim Pemenangan Golkar Jateng itu mengaku diperintah oleh partai dan Nusron untuk menyiapkan amplop serangan fajar. "Saya diminta pak Nusron untuk menyiapkan 400 ribu," ujar Bowo. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top