Bowo Sidik Sebut Diperintah Nusron Wahid Siapkan Amplop Serangan Fajar

publicanews - berita politik & hukumBowo Sidik Pangarso seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politisi Golkar Bowo Sidik Pangarso mengaku diperintahkan partai dan koleganya Nusron Wahid untuk menyiapkan amplop serangan fajar pemilu. Hal tersebut diungkapkan Bowo usai menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

"Saya diminta partai untuk menyiapkan 400 ribu (amplop). Pak Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu," ujar Bowo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4).

Hal senada disampaikan oleh pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk, yang mendampingi Bowo. Menurut Saut, Nusron memerintahkan hal tersebut agar mereka berdua banyak yang memilih. Kebetulan keduanya sama-sama mencalonkan diri sebagai caleg DPR dari Dapil Jateng 2.

"Bahkan katanya yang 600 ribu (amplop) yang menyiapkan Nusron Wahid. Dia (Bowo) 400 ribu amplop," kata Saut Edward.

Nusron Wahid yang dimaksud adalah Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa-Kalimantan DPP Golkar. Ia juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Pasca Bowo ditangkap, DPP Golkar meminta mantan Ketua Umum GP Ansor itu juga menggantikan Bowo untuk mengamankan suara Golkar di Jateng.

Namun Saut Edward membantah amplop-amplop tersebut juga akan digunakan untuk keperluan Pilpres. Ia menyebut cap jempol dalam amplop-amplop tersebut hanya penanda semata.

"Cap jempol memang dibuat karena supaya tahu bahwa amplop ini sampai atau endak nanti. Sebagai tanda saja. Mereka punya pengalaman bahwa amplop itu tidak disampaikan kepada yang bersangkutan," Saut menjelaskan.

Bowo diamankan dalam OTT dengan dugaan menerima duap dalam kerja sama pengapalan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Penyidik menduga Bowo Sidik meminta fee 2 dolar AS per metrik ton atas biaya angkut kepada HTK. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari Humpuss, yakni sekitar Rp 1,5 miliar dan Rp 89,4 juta yang diamankan saat OTT.

Adapun total uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari Humpuss maupun pihak lainnya sekitar Rp 8 miliar. Uang tersebut sudah dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop yang disimpan dalam 82 kardus. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top