Eks Sekda Malang Tersangka ke-45 Kasus Suap Pembahasan APBD

publicanews - berita politik & hukumEks Sekda Malang Cipto Wiyono resmi ditahan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P 2015 Pemerintah Kota Malang.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, satu tersangka tersebut adalah mantan Sekretaris Daerah Kota Malang Cipto Wiyono.

"Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang di penyidikan dan persidangan tersebut berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan dengan tersangka CWI," ujar Febri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4).

Febri mengatakan Cipto bersama-sama Walikota H. Moch. Anton dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Kota Malang 2015 Jarot Edy Sulistiyono memberi hadiah atau janji terkait Pembahasan APBD-P kepada Ketua DPRD Moch. Arief Wicaksono dan anggota DPRD lainnya.

Pada pelaksanaan APBD 2015 terdapat Sisa Anggaran Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) atas pelaksanaan APBD 2015. Agar SILPA tersebut dapat digunakan, maka perlu dibuat APBD Perubahan.

Pada pertengahan Juni hingga Juli 2015, dilakukan pembahasan APBDP tersebut. Walikota Anton saat itu memerintahkan Cipto untuk berkoordinasi dengan Jarot Edy Sulistyono dan Arief Wicaksono terkait dengan penyiapan 'ubo rampe', yakni uang untuk anggota DPRD untuk persetujuan pokok-pokok pikiran DPRD.

Dalam koordinasi tersebut, Arief Wicaksono menyampaikan kepada Cipto bahwa jatah Dewan sekitar Rp 700 juta.

"CWI diduga memerintahkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk mengumpulkan dana atas perintah Walikota Malang. Selain itu, CWI diduga juga memerintahkan untuk mengumpulkan uang Rp 900 juta dari rekanan," Febri menjelaskan.

KPK menjerat Cipto dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hari ini ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka ke-45 dalam kasus rasuah ini. Cipto keluar dari Gedung KPK pada pukul 16.58 WIB dengan mengenakan rompi tahanan KPK.

Sebelum masuk ke mobil tahanan, Cipto mengatakan penahanannya ini sebagai risiko jabatan. "Sudah risiko jabatan," ujarnya.

Ia resmi ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK, di belakang Gedung Merah Putih KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top