Jual Beli Jabatan

KPK Masih Terus Panggil Anggota Pansel Kemenag

publicanews - berita politik & hukumM Romahurmuziy saat dipanggil penyidik KPK. (Goto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua lagi anggota panitia seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama. Mereka adalah Muhammad Amin dan Aulia Muttaqin.

Keduanya dipanggil untuk dikonfirmasi dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag yang menjerat eks Ketum PPP M Romahurmuziy.

"Kasus suap terkait dengan seleksi jabatan di Kementerian Agama hari ini ada dua orang saksi yang diperiksa untuk tersangka RMY," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (9/4).

Febri mengatakan, penyidik masih mendalami pengetahuan para saksi terkait dengan mekanisme pansel dan bagaimana alur pengisian jabatan di Kemenag.

"Jadi memang KPK dalam rangkaian pemeriksaan beberapa waktu belakangan fokus pada pendalaman terhadap pengetahuan-pengetahuan saksi terkait dengan proses seleksi di Kementerian Agama, baik untuk jabatan pimpinan tinggi Kanwil Jawa Timur atau untuk jabatan kepala kantor Kementerian Agama di Gresik," Febri menjelaskan.

KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim dan Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Gresik.

Rommy, anggota Komisi XI DPR, yang tak ada urusan dengan jabatan di Kemenag, diduga memperdagangkan pengaruhnya untuk membantu lolosnya Haris dan Muafaq. Total uang suap yang diterima Rommy adalah Rp 300 juta.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Haris mendatangi rumah Rommy dan menyerahkan uang Rp 250 juta pada 6 Februari 2019. 

Saat OTT di Hotel Bumi, Surabaya, Muafaq, Haris, dan calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top