UIN Bantah Mahar Rektor, Mahfud: KPK Punya Banyak Fakta

publicanews - berita politik & hukumMantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD seusai bertemu pimpinan KPK, Senin (25/3). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap hal biasa sanggahan pihak civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) soal mahar dalam pengisian jabatan Rektor.

Menurut Mahfud dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One bertema ‘OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?’, ada sejumlah bukti mahar Rp 5 miliar untuk kursi rektor.

"Pengisian jabatan,isu-isu jabatan diperjualbelikan itu namanya informasi. Nah, informasi itu pasti selalu dibantah oleh institusi atau orang yang namanya terseret. Itu biasa, ndak apa-apa dan kita pun tidak menyebut nama orang. Tidak pernah menyebut institusinya," ujar Mahfud di Gedung KPK, seusai bertemu pimpinan KPK, Senin (25/3).

Mahfud membantah kedatangannya untuk melaporkan dugaan adanya jual beli jabatan tersebut. Menurutnya, KPK telah memiliki data yang lebih banyak.

"Enggak usah dilaporin, mereka KPK lebih banyak punya fakta. Kalau saya punya tujuh fakta, di sini (KPK) ada 11 atau berapa gitu. Mereka punya fakta sendiri karena masyarakat sudah lapor lebih dulu," ujar Mahfud.

Ia menyerahkan kasus ini pada komisi antirasuah. "Ya silakan, itu tugas KPK, bukan karena saya datang. KPK ni ternyata banyak punya informasi dibandingkan saya, hanya cocok-cocokan saja semua, kan begitu," Mahfud menandaskan.

Isu mahar untuk pengisian jabatan Rektor di UIN ini mencuat menyusul kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemenag yang menjerat eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top