Suap Dana Hibah KONI

Saksi Sebut Inisial 'M' untuk Menpora Dapat Jatah Rp 1,5 M

publicanews - berita politik & hukumMenpora Imam Nahrawi saat hendak menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 24 Januari 2019, kasus suap dana hibah ke KONI Pusat. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengemuka dalam sidang perkara suap dana hibah Kemenpora ke KONI. Politikus PKB itu disebutkan dengan inisial 'M' dan mendapat jatah Rp 1,5 miliar.

Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang dihadirkan sebagai saksi dengan terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy membenarkan adanya inisial M tersebut.

"Mungkin untuk menteri. Saya tidak tanya Pak Sekjen, asumsi saya Pak Menteri," jawab Suradi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/3).

Dalam sidang itu, Suradi membenarkan inisial UL sebagai Ulum atau Miftahul Ulum yang menjadi asisten pribadi Menpora. Ia tidak menepis jatah Rp 500 juta untuk UL dan Rp 1,5 miliar untul M.

Keduanya dijumlah menjadi Rp 2 miliar. "Jadi Rp 2 miliar penjumlahan dari Rp 1,5 miliar dan Rp 500 juta," Suradi menjelaskan.

Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengemuka dalam sidang perkara suap dana hibah Kemenpora ke KONI

Inisial M muncul dari 23 inisial yang dikabarkan mendapat jatah karena membantu mempercepat proses pengucuran dana hibuh untuk KONI yang diusulkan sebesar Rp 51,529 miliar.

Namun, Suradi tidak tahu apakah pembagian uang dalam catatan itu sudah terealisasi atau belum. Ia merasa tidak pernah menerima uang untuk dibagikan.

Dalam kasus ini, Sekjen KONI ini didakwa memberikan suap kepada Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana dan dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Suap berupa 1 unit mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik nomor polisi B-1749-ZJB, uang sejumlah Rp 300 juta, 1 buah kartu ATM debit BNI dengan saldo kurang-lebih senilai Rp 100 juta, serta 1 buah handphone merek Samsung Galaxy Note 9.

Selain Ending ikut menjadi pesakitan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Keduanya dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top