Aher Obrolin Meikarta dengan James Riady pada Pernikahan Putri Jokowi

publicanews - berita politik & hukumMantan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher dan Deddy Mizwar, serta Dirjen Otda Sumarsono jadi saksi di Penagdilan Tipikor Bandung, Rabu (20/3). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bandung - Pengadilan Tipikor Bandung kembali menyidangkan kasus suap perizinan Meikarta dengan terdakwa Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin. Hadir sebagai saksi mantan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher dan Deddy Mizwar.

Aher mengatakan pernah bertemu dengan CEO Lippo Group James Riady dalam acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.

Namun, Aher membantah ada pertemuan lain dengan taipan nasional itu. "Pernah (bertemu James Riady) di perkawinan putri Jokowi di Solo," ujar Aher di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu (20/3).

Dalam pertemuan tersebut sempat diobrolkan mengenai proyek Meikarta. Aher meminta James untuk melakukan semua proses pembangunan sesuai aturan.

"Bincang-bincang menyinggung. Kita sampaikan diproses sesuai aturan saja," ujanya.

Sementara itu, Deddy Mizwar memberi kesaksian pernah menyampaikan mengenai proyek Meikarta kepada Presiden Joko Widodo. Saat itu tengah terjadi polemik soal perizinan proyek mewah di Cikarang, Bekasi, Jabar, tersebut.

"Pak Mendagri teriak, Pak Luhut (Menko Kemaritiman) teriak, saya nggak mau menjawab. Enggak elok pejabat publik berpolemik. Saya diam saja," ujar mantan aktor kawakan yang disapa Demiz itu.

Menurut Demiz, ia bertemu dengan Jokowi di Muara Gembong, Bekasi.

"Saya sampaikan, 'Pak, jangan sampai terjadi saling berlawanan atau laporan sepihak atau di media'. Saya ini di Jabar, paling tahu. Enggak mungkin bisa memberi selain dari 84,6 hektare. Pak Jokowi memahami dan bilang 'Sudah sesuai prosedur dan aturan saja'. Makanya keluar cepat yang 84,6 itu," Demiz menjelaskan.

Kepada Jokowi, ia juga meminta agar menteri tidak bermain bola panas. "Saya laporkan ke Jokowi. Menteri bapak main bola panas. Saya bilang minta arahan, jangan sampai nanti seperti berhadapan dengan bapak. Kalau saya keluarkan (izin 500 hektare) saya siap dipenjara," Demiz menambahkan.

Menurut Demiz, Jokowi menekankan agar semua hal dilakukan seusai dengan prosedur dan peraturan. "Lalu Pak Jokowi bilang, 'Pak Wagub lakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan'. Saya bilang saya setuju. Saya nggak akan mundur," kata Demiz.

Dalam sidang siang tadi, baik Aher ataupun Demiz sama-sama membantah pernah menerima uang dari proyek Meikarta. Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sumarsono yang ikut menjadi saksi.

"Saya tidak pernah menerima satu sen pun. Tidak sama sekali," Soni menegaskan.tegas. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top