Siang Ini Diterbangkan ke Jakarta, Gus Rommy Terlibat Suap Jabatan?

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum PPP Romahurmuziy dalam sebuah kampanye. (Foto: romahurmuziy.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy yang kabarnya dicokok tim KPK di Surabaya, Jawa Timur, siang ini diterbangkan ke Jakarta.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan. "Sekarang persiapan mau ke Jakarta," kata Frans di Surabaya, Jumat (15/3).

Rommy, ujar Frans, dibawa tim KPK dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sidoarjo pada pukul 09.00 WIB. Ada pula yang menyebut Rommy tengah berada di sebuah hotel saat diamankan.

Konon, anggota Dewan Penasihat Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu terlibat dalam jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag. "Suap jabatan di Kemenag," ujar sumber KPK.

Belum ada pernyataan resmi dari KPK soal kasus yang menjerat 'santri gaul' kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 44 tahun lalu itu. Yang jelas, jika benar Rommy terlibat korupsi, ia akan 'menapaktilasi' pendahulunya, Suryadharma Ali.

Surya adalah Ketua Umum PPP periode 2007-2014. Pada 11 Januari 2016 lalu, ia divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji 2014. Saat itu Surya adalah Menteri Agama, yang kini dijabat Lukman Hakim Saifuddin --juga dari PPP.

Selain kedua ketua umum parpol tersebut, KPK juga pernah memenjarakan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang terjerat kasus kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi. Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Luthfi dengan 16 tahun penjara.

Rommy dikenal cukup tajir, kekayaannya total Rp 11,8 miliar lebih. Menurut data KPK, santri yang gemar bergitar itu terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 19 Maret 2010 atau 9 tahun lalu. Ketika itu ia masih anggota Komisi VIII DPR.

Benarkah pria yang disapa Gus Rommy oleh para santri itu terlibat jual-beli jabatan?

"Tunggu konpres lanjutannya di KPK, nanti malam atau besok pagi," kata Ketua KPK Agus Rahardjo. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top