KPK Akan Jerat Kejahatan Korporasi Sejak Awal

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengubah strategi untuk memidanakan korporasi yang diduga melakukan praktik rasuah.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengakui selama ini KPK lamban untuk menetapkan tersangka korporasi. Biasanya, kejahatan korporasi baru disidik setelah kasus pokoknya berkekuatan hukum tetap.

"Nah, sekarang di penyelidikan kita akan upayakan. Nah, diperlukan penyidik-penyidik yang kuat, direktur-direktur yang baik, yang dari awal mereka sudah melihat potensi itu," ujar Saut di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/3).

Perubahan strategi ini, Saut menambahkan, merupakan komitmen KPK untuk masuk di bidang korporasi lebih intens.

"Jadi dari awal kita harus sudah menghitung, kita sudah mulai lihat, kita mau pakai strategi itu nanti," Saut menandaskan.

KPK sudah beberapa kali menetapkan korporasi sebagai tersangka korupsi. Misalnya terhadap PT Duta Graha Indah yang telah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring, PT Nindya Karya, PT Tuah Sejati, dan teranyar PT Merial Esa.

Penetapan korporasi sebagai tersangka korupsi ini berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top