Penganiayaan

Merasa Diperlakukan Tidak Adil, Bahar Ancam Jokowi: Tunggu Saya Keluar!

publicanews - berita politik & hukumBahar bin Smith. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bandung - Usai sidang kasus penganiayaan remaja, Bahar bin Smith melontarkan ancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tunggu saya keluar. Ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya, nanti akan dia rasakan,” kata Bahar seusai sidang, Kamis (14/3), di Gedung Arsip dan Perpusatakaan Kota Bandung, Jawa Barat.

Namun, belum sempat bicara banyak, pemilik Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin langsung digelandang oleh polisi ke mobil tahanan.

Hari ini, Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah yang merupakan bagian dari Front Pembela Islam (FPI) ini menjalani sidang ketiga. Sidang yang berlangsung 30 menit itu berisi pembacaan tanggapan dari jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi terdakwa dan kuasa hukum.

Ketua Majelis Hakim Edison Muhamad mengatakan, akan memutuskan apakah sidang akan berlanjut atau tidak dalam putusan pada Selasa (21/3) mendatang.

Kuasa hukum Bahar mengeluhkan persidangan yang dinilai diskriminatif. Ia memberi contoh jumlah polisi yang berjaga melebihi jumlah pendukung Bahar yang diizinkan masuk ruang sidang.

Menanggapi itu, Edison mengatakan bahwa dalam sidang pekan depan, petugas yang berseragam dilarang masuk.

“Kalau polisi untuk yang pakai senjata, saya minta pekan depan di luar aja berjaganya," Edison menegaskan.

Bahar ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar dalam kasus dugaan penganiayaan remaja MHU (17) dan ABJ (18).

Ustad asal Manado, Sulawesi Utara, itu didakwa dengan pasal berlapis, yakni pasal 170 ayat (2), pasal 351 ayat (2), pasal 333 ayat (2), dan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. WE_A @WandiAli14 Maret 2019 | 19:32:35

    Bearti penjara aja terus ya ... biar gak bisa berbuat macam2x nantinya.

  2. Anak Gaul @gakasikah14 Maret 2019 | 14:41:34

    Gak enak ya dipenjara? Ngancam? Sopo to kowe ki le?

Back to Top