Korupsi Kampus IPDN

KPK Panggil Direktur Pelindo Properti Dono Purwoko

publicanews - berita politik & hukumDudy Jocom seusai usai menjalani sidang tuntutan kasus korupsi pembangunan Kampus IPDN, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 1 November 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK memeriksa memanggil Direktur Operasional PT Pelindo Properti Dono Purwoko dalam kasus korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gowa, Sulawesi Selatan. Ia menjadi saksi bagi tersangka eks Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kemendagri Dudy Jocom.

Dono dipanggil dalapm kapasitas sebagai mantan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya. Ia juga tersangka dalam kasus ini.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka DJ," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (14/3).

Selain Dono, penyidik KPK juga memanggil saksi Direktur PT Kharisma Indotarim Utama Mulyawan, Kabag Perencanaan Anggaran (Panitia Pengadaan proyek IPDN Gowa 2010) Indra Gunawan, PNS Kemendagri Itriah Afsolin, staf Keuangan dan SDM PT Waskita Karya Setiadi Pratama, serta Staf PT Hutama Karya Tri Yudi Surahmat dan Widi Sadmoko.

Pada Selasa (12/3) lalu, KPK menggeledah kantor PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya. Tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan bukti elektronik berupa compac disk (CD) dan elektronik lainnya. Febri mengatakan tim tengah mempelajari lebih lanjut bukti tersebut.

Para saksi bakal dimintai keterangan atas penemuan bukti-bukti tersebut. "Akan ditanya dan diklarifikasi atau dikroscek beberapa informasi tersebut," kata Febri.

KPK Geledah Kantor Waskita Karya dan Adhi Karya

Penyidik ada pihak lain yang berpotensi menjadi tersangka karena pembangunan kampus IPDN bukan hanya di Gowa, melainkan juga di Minahasa, Sulawesi Utara.

Dudy Jocom sendiri adalah terpidana kasus korupsi pembangunan kampus IPDN di Agam (Sumatera Barat) dan Rokan Hilir (Riau) pada 2010. Ia divonis 4 tahun oleh Pengadilan Tipikor Jakarta pada 14 November 2018.

Kasusnya merembet, ternyata ia juga terlibat rasuah dalam pembangunan dua kampus lainnya pada 2011. Dalam kasus Gowa dan Minahasa, KPK juga menetapkan tersangka terhadap Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I WK Adi Wibowo dan Dono Purwoko. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top